BerandaPenulisHubungi

Dasar–Dasar Pajak Kendaraan Bermotor

Oleh Redaksi PajakInd
November 30, 2020
3 mnt membaca

Pajak kendaraan Bermotor adalah pajak yang diambil dari kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor tersebut. Kini, pajak kendaraan bermotor dapat dibayar melalui aplikasi.

Kendaraan bermotor yang dimaksud adalah kendaraan beroda beserta gandengannya yang digunakan disemua jenis jalan darat, serta dapat bergerak oleh peralatan Teknik berupa, mobil, motor, atau kendaraan beroda lebih dari dua lainnya. Pengertian ini termasuk alat berat dan alat besar yang dalam operasinya menggunakan roda dan motor yang tidak melekat secara permanen serta kendaraan bermotor yang dioperasikan di air. Penjelasan tersebut dapat dilihat dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Subjek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Orang pribadi yang memiliki kendaraan bermotor dan Badan/Perusahaan yang memiliki kendaraan bermotor. Dapat dilihat melalui pengaturan subjek pajak kendaraan bermotor dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009

Objek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

  1. Kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor.
  2. Termasuk dalam pengertian “kendaraan bermotor”:
  1. Kendaraan yang tidak termasuk ke dalam Objek Pajak:

Dasar Pengenaan Pajak

  1. Dasar pengenaan PKB adalah hasil perkalian dari 2 unsur pokok:
  1. Dasar pengenaan pajak khusus untuk kendaraan bermotor yang digunakan di luar jalan umum (alat berat dan besar, kendaraan air) adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

Tarif Kenaikan Pajak atas Pajak Kendaraan Bermotor (Pajak Progresif)

Untuk tarif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepemilikian oleh orang pribadi atas kepemilikan kendaraan bermotor pertama yaitu sebesar 2%, maka untuk:

  1. Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5%
  2. Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3%
  3. Kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5%
  4. Kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4%
  5. Kepemilikan kendaraan bermotor keenam, sebesar 4,5%
  6. Kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh, sebesar 5%
  7. Kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan, sebesar 5,5%
  8. Kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan, sebesar 6%
  9. Kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh, sebesar 6,5%
  10. dan seterusnya bertambah 0,5% untuk setiap kendaraan bermotor.

Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor

Terdapat rumus yang bisa kamu jadikan acuan dalam perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yaitu:

PKB = Dasar Pengenaan Pajak x Persentase Pajak PKB = (Nilai Jual Kendaraan Bermotor x Bobot) x Persentase Pajak

Contoh:

Rara memiliki motor matic pertamanya dan keluaran terbaru yang ia beli satu tahun lalu dengan harga Rp20.000.000 secara kontan di dealer motor. Rara ingin tahu berapa nominal pajak yang harus ia bayarkan untuk satu motor matic miliknya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:

  • Nilai Jual Kendaraan Bermotor = Rp.20.000.000
  • Bobot = 1 (satu) (karena kondisi masih baru dan masih dalam batas pemakaian normal)
  • Persentase Tarif Pajak = 2% (karena merupakan kendaraan bermotor pertama).

Berdasarkan rumus yang ada, didapat:

PKB = (Rp.20.000.000 x 1) x 2% PKB = Rp.400.000

Maka, Pajak Kendaraan Bermotor yang harus dibayarkan oleh Rara yaitu sebesar Rp.400.000 untuk satu motor per tahunnya.

Biaya Lainnya

Selain biaya pajak, terdapat juga biaya lainnya di luar pajak yang biasanya tercantum di dalam STNK, dan akan dikenakan ketika membayar pajak.

  • BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), besarnya 10% dari harga kendaraan atau harga faktur untuk kendaraan baru, dan bekas sebesar 2/3 Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
  • PKB, besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun karena penyusutan nilai jual.
  • SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), dikelola oleh Jasa Raharja sebesar Rp35.000 untuk motor dan Rp143.000 untuk mobil.
  • Biaya Administrasi apabila ganti pelat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama, tapi untuk kendaraan baru tidak dikenakan biaya ini.
  • Denda Pajak Kendaraan Bermotor, apabila jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan (akan dikenakan denda PKB dan denda SWDKLLJ). Denda PKB adalah sebesar 25% per tahunnya. Denda SWDKLLJ adalah sebesar Rp32.000 untuk kendaraan bermotor roda dua dan Rp100.000 untuk kendaraan bermotor roda empat.

Bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

Untuk Anda yang mempunyai kendaraan bermotor, sudah pasti wajib membayar kewajiban pajaknya setiap tahun. Pembayaran pajak kendaraan bermotor dibagi menjadi dua jenis pajak, yakni pajak yang dibayar setiap tahun dan pajak yang dibayar lima tahun sekali.

Jika pajak tahunan merupakan pajak rutin yang wajib dibayarkan setiap tahun, pajak lima tahunan ditandai dengan pergantian pelat nomor kendaraan dan STNK. Khusus pajak lima tahunan, Anda harus datang ke Kantor Samsat karena jenis pembayaran pajak ini belum bisa dilakukan melalui e-Samsat.

Apabila Anda ingin membayar pajak tahunan, berikut dokumen yang perlu disiapkan:

  1. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli dan fotokopi.
  2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli.
  3. Uang sejumlah nominal pajak.

Sedangkan, syarat pembayaran pajak lima tahunan adalah:

  • STNK asli dan fotokopi.
  • Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi.
  • KTP asli dan fotokopi.
  • Formulir untuk cek fisik kendaraan oleh petugas.

Tagar

pajakkendaraan bermotor

Redaksi PajakInd

Tim Penulis di PajakInd

Artikel Terkait

Diskon Pajak Kendaraan Motor dan Mobil Jawa Timur
April 19, 2021
2 mnt
© 2021, All Rights Reserved.

PajakInd

Tentang KamiUnduh Aplikasi PajakIndHubungi

Media Sosial