
Ketua Banom Tax Center BPP HIPMI sekaligus Ketua Bidang Keuangan dan Perpajakan PP GP Ansor, M. Arif Rohman, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mengejar target penerimaan pajak tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Seminar Nasional dan Dialog Kebijakan bertajuk Outlook Perpajakan 2026 yang diselenggarakan oleh Tax Center BPP HIPMI bersama PP GP Ansor pada Kamis (26/2/2026).
Arif menyoroti realisasi penerimaan perpajakan pada tahun 2025 yang diperkirakan hanya mencapai kisaran 86 hingga 87 persen dari target yang ditetapkan. Berkaca dari capaian yang dinilai belum menggembirakan tersebut, ia mengajak seluruh pihak untuk merapatkan barisan agar target penerimaan negara sebesar Rp2.357,7 triliun pada tahun 2026 dapat dicapai secara optimal oleh otoritas pajak.
“Tentu ini tidak bisa berjalan sendirian, harus terlibat semua stakeholder, melibatkan semua pihak, asosiasi dan segala macamnya untuk bisa bersama-sama kemudian mengkonversi potensi penerimaan negara menjadi penerimaan perpajakan kita,” ujar Arif dalam pidato sambutannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masukan dari berbagai asosiasi dunia usaha sangat krusial dalam memetakan potensi dan tantangan perpajakan ke depan. Keterlibatan aktif dari organisasi strategis seperti HIPMI, GP Ansor, KADIN, hingga Aspebindo dinilai menjadi landasan penting untuk menjembatani kepentingan pelaku usaha dengan pemerintah.
Melalui forum yang turut dihadiri oleh jajaran pembuat kebijakan dan tokoh nasional tersebut, Arif berharap dapat dihasilkan rekomendasi yang konkret. Ia mendorong agar dialog ini melahirkan masukan-masukan yang membangun, dapat dieksekusi dengan baik, serta secara langsung membantu upaya pemenuhan target penerimaan negara.
