BerandaPenulisHubungi

Pengertian dan Perhitungan PPh 25

Oleh Redaksi PajakInd
Diterbitkan di PPh
February 01, 2021
1 mnt membaca

Wajib Pajak yang melakukan suatu kegiatan usaha dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 berupa angsuran PPh tiap bulannya, hal ini berlaku baik untuk Orang Pribadi atau pun Badan. Pajak tahap yang dipotong sesuai Pasal 21 (yaitu sesuai tarif pasal 17 ayat (1) Batas waktu pembayaran PPh Pasal 25 adalah paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya dari masa pajak yang akan dibayarkan dan perlu dingat apabila ada keterlambatan dalam penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 25, terdapat sanksi yangberlaku yaitu dikenakan bunga sebesar 2% per bulan dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.

Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25) adalah pajak yang dibayar secara angsuran. Tujuannya adalah untuk meringankan beban wajib pajak, mengingat pajak yang terutang harus dilunasi dalam waktu satu tahun. Pembayaran ini harus dilakukan sendiri dan tidak bisa diwakilkan.

Tarif PPh Pasal 25

Ada 2 jenis pembayaran angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP), yaitu:

  1. Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WP-OPPT), yaitu yang melakukan usaha penjualan barang, baik grosir maupun eceran, serta jasa dengan satu atau lebih tempat usaha. PPh 25 bagi OPPT=0.75% x omzet bulanan tiap masing-masing tempat usaha.
  2. Wajib Pajak Orang Pribadi Selain Pengusaha Tertentu (WP-OPSPT), yaitu pekerja bebas atau karyawan yang tidak memiliki usaha sendiri. PPh 25 bagi OPSPT = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh (12 bulan).

Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh adalah:

Tarif PajakJumlah Penghasilan
5%Rp. 50.000.000,-
15%Rp. 50.000.000,- sampai dengan Rp. 250.000.000,-
25%Rp. 250.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,-
30%Diatas Rp. 500.000.000,-

Pembayaran angsuran PPh 25 untuk Wajib Pajak badan yaitu = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x 25% (Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh.

Perhitungan PPh Pasal 25

Besarnya angsuran PPh Pasal 25 dalam tahun berjalan (tahun pajak berikutnya setelah tahun yang dilaporkan di SPT tahunan PPh) dihitung sebesar PPh yang terutang pajak tahun lalu, yang dikurangi dengan:

  1. Pajak penghasilan yang dipotong sesuai Pasal 21 yaitu tarif pasal 17 ayat (1) bagi pemilik NPWP dan tambahan 20% bagi yang tidak memiliki NPWP dan Pasal 23 (15% berdasarkan dividen, royalti, dan hadiah serta 2% berdasarkan sewa dan penghasilan lain serta imbalan jasa) serta pajak penghasilan yang dipungut sesuai pasal 22 (pungutan 100% bagi yang tidak memiliki NPWP)
  2. Pajak penghasilan yang dibayar atau terutang diluar negeri boleh dikreditkan sesuai pasal 24 lalu dibagi 12 atau total bulan dalam pajak masa setahun

Tagar

pph

Redaksi PajakInd

Tim Penulis di PajakInd

Artikel Terkait

e-Bupot PPh Pasal 23/26
June 25, 2021
3 mnt
© 2021, All Rights Reserved.

PajakInd

Tentang KamiUnduh Aplikasi PajakIndHubungi

Media Sosial